PPID Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Bangka Belitung

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Bangka Belitung

ANTISIPASI DARURAT PANGAN DI PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG, KEPALA BSIP KEMENTAN DAN PJ GUBERNUR LAKSANAKAN TANAM BERSAMA




 Kamis (4/4/2024) Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian melaksanakan taman bersama gerakan percepatan program optimalisasi lahan dan pompanisasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Persawahan Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan produksi pangan terutama beras sekaligus menanggapi tantangan darurat pangan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BSIP, Sekretaris BSIP, Kepala BPSIP Kepulauan Bangka Belitung, Pj. Bupati Bangka, Danrem 045/Garuda Jaya, Kapolda Bangka Belitung, Dandim 0413/Bangka, Dandim 0432/Bangka Selatan, Dandim 0431/Bangka Barat, Kepala Dinas PDPKP Bangka Belitung, Kepala BWS Bangka Belitung, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala desa Kimak dan gapoktan kimak bahrin lestari desa Kimak.

 
Dalam sambutannya, Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si mengatakan, Menteri Pertanian telah membentuk Satuan Tugas Antisipasi Darurat Pangan melalui Kepmentan nomor 194 tahun 2024 dengan target Optimalisasi Lahan Rawa seluas 10.711 ha dan potensi luas sawah tadah hujan yang dapat dipompanisasi seluas 1.532 ha di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Hari ini kita berada di Desa Kimak untuk mengakselerasi pertanian dan ini juga hasil follow up kunjungan gubernur dengan Menteri Pertanian di Bangka Belitung ini ada beberapa program yakni optimalisasi lahan rawa, optimalisasi sawah tadah hujan dan pemanfaatan padi gowo di sela lahan perkebunan,” tukasnya.
 
Sementara itu, Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. Safrizal ZA, M.Si mengatakan, dalam pelaksanaan tanam bersama tersebut BSIP Kementerian Pertanian juga membawa varietas baru bibit padi yang nantinya akan ditanam dan dikembangkan di Desa Kimak yakni varietas Inpari 43. Selain itu, dikatakan Pj Safrizal sudah ada kerja sama antara Kementerian Pertanian dan TNI AD untuk mendukung program anti darurat pangan. “Dua minggu lalu saya ke Kementerian Pertanian dan didukung alat-alat mesin pertanian sebesar Rp200 miliar itu baru tahap pertama, nanti tahap kedua pupuk karena baru disetijui pengadaannya nanti kita akan kebagian,” jelasnya.
 
Acara dilanjutkan dengan penanaman padi varietas sintanur bersama dan penyerahan bibit varietas Inpari 43 yang memiliki keunggulan memiliki ketahanan terhadap beberapa hama penyakit, diantaranya, pada fase generatif tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan terhadap HDB patotipe IV dan VIII, tahan terhadap blas daun ras 073, 0133, agak tahan ras 033 dan rentan ras 173. Serta agak rentan terhadap wereng batang.